Pages

Sunday, September 13, 2009

menanti cinta,

sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati
tak satu pun burung
mampu menjawab
hanya padaMu ku bertanya
lewat setiap sujudku ini
siapa kah nanti
cinta untukku

wahai penilai hati lihat batinku
nyaris bernanah karna luka tersayat
merana menantikan cinta dan kasih hidupku

rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku

rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu






Cinta adalah kekuatan
yang mampu mengubah duri jadi mawar
Mengubah cuka jadi anggur
Mengubah sedih jadi riang
Mengubah amarah jadi ramah
Mengubah musibah jadi muhibbah

Itulah cinta
Sekalipun cinta telah ku uraikan
dan ku jelas panjang lebar
Aku jadi malu pada keterangan ku sendiri

Meskipun lidahku telah mampu menguraikan
Namun tanpa lidah
Cinta ternyata lebih terang
sementara pena begitu tergesa gesa menuliskannya

Kata kata pecah berkeping keeping
begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta... Akal terbaring tak berdaya
bagaikan keldai terbaring dalam lumpur
cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan

2 comments: